Dalam sebuah pengajian, Gus Baha pernah bilang, ”Maka orang-orang di luar sana yang mengatakan, ’Andaikan tahlilan itu baik, pasti dilakukan oleh para sahabat,’ itu adalah logika yang keliru. Sahabat tentu tidak mungkin menahlili Nabi Muhammad, apalagi berdoa, in kaana musi’an. Masa mendoakan nabi pakai andaikan ada keburukan, tentu itu tidak benar. Nabi adalah manusia terbaik.”
”Jadi yang paling penting adalah bahwa dalam tahlil, kita tidak meminta kepada mayit. Tujuan kita datang ke kuburan adalah untuk mendoakan, dan memohonkan ampunan bagi mayit, bukan meminta sesuatu dari mereka. Maka tidak tepat jika dianggap sebagai perbuatan syirik atau kufur.”
”Kalau dilihat dari jauh lalu disimpulkan macam-macam, itu bukan dasar yang jelas untuk berfatwa. Fatwa tidak bisa hanya berdasarkan asumsi atau pengamatan sepintas.”
”Oleh karena itu, kita harus yakin dengan sepenuh hati bahwa mazhab kita benar. Bahwa tahlilan di kuburan bukanlah perbuatan kafir, karena kita tidak meminta kepada mayit, justru kita mendoakan mereka, dan memohonkan ampunan untuk mereka.”