Halaman

Kamis, 28 Maret 2013

Tentang Tagline Blog Ini


Waktu kelas tiga Aliyah, Kiyai Syarifuddin masuk kelas untuk mengajar Musthalah Hadits. Pada pertemuan pertama itu, gue dan kawan-kawan sekelas diberikan sebuah Hadits Musalsal bil Awwaliyah (Hadist yang setiap perawinya saling mengikuti di dalam suatu sifat tertentu, baik dalam bentuk ucapan, keadaan atau perbuatan. Untuk Hadits yang gue terima dari Kiyai Syarif ini bentuknya bil Awwaliyah yaitu keadaan dimana beliau pertamakali mengajarkan muridnya Hadits)
Gue lupa Sanad Hadits tersebut tapi Matan Hadits itu berbunyi, “Ar-rãhimüna yarhamuhumur Rahmãn Tabaraka Wataala. Irhamuu man fil ardhi yarhamkum man man fissamã'”
Artinya adalah, “Para penyayang akan selalu disayangi oleh Sang Maha Penyayang. Sayangilah mereka yang ada di bumi, maka kalian akan disayangi oleh mereka yang ada di langit.”
Hadits tersebut melekat di dalam pikiran dan hati gue dari pertama kali dibacakan Kiyai Syarif sampai sekarang, dan menjadi tagline blog ini.

Hidup Memang Selalu Punya Solusi

Gue nggak suka Indomie karena telah menghina penulis. Istri gue nggak suka Sarimi karena slogan iklannya yang dinyanyikan Ayu Ting Ting menganjurkan poligami, "Sarimi.... Sarimi Istri Dua...". Untungnya masih ada Supermie.

Senin, 25 Maret 2013

Menelpon Kawan Lama

Ngobrol dengan kawan lama itu selalu menyenangkan dan terkadang membuka perspektif baru.
Kemarin gue ngobrol sama dua orang kawan lama. Pertama Nath, “Hallo, assalamualaikum.” kata gue ditelpon.
“Woy, Bro. 'Alaikum salam.”
“Lo lagi ngapain?”
“Makan.”
“Oh gue kira lagi ngajar.”
“Ngajar apaan hari Minggu gini? Di gereja?”
Heh, nggak ada yang lebih mencairkan suasana selain becanda dengan kawan lama. Kemudian kita ngobrol ngalor-ngidul membicarakan segala hal. Dan hari itu gue tahu istrinya sedang ada di bidan untuk melahirkan putra pertama mereka. Sementara dia harus pulang menemani istrinya karena saat itu ia sedang berada di luar kota.
Neti adalah kawan kedua yang gue telpon, “Hallo, apa kabar.”
“Baik. Kamu gimana?”
“Baik juga. Lagi dimana?”
“Di Palembang nih. Mungkin besok baru mau ke Jawa.”
Pembicaraan kembali ngalor-ngidul dan entah dari arah mana kemudian dia menceritakan kegagalan pertunangannya beberapa tahun lalu. Padahal gue sama sekali nggak menyinggung masalah pasangan. Gue tahu dia masih single dan dia tahu gue udah menikah. That’s all what we know. And absolutely I don’t want to ask her, “why are you still single?”. That’s crazy question, I think.
Gue bingung bagaimana cara merespon kawan lama yang bercerita tentang kegagalan pertunangannya. Yang keluar dari mulut gue kemudian, “Jodoh nggak ada yang tahu kan.”
Memang terkadang tuhan lama memberikan jodoh kepada seseorang. Seperti kawan yang terakhir gue telpon. Namun juga seperti kawan gue yang sedang bahagia dengan anak pertamanya, terkadang Tuhan mempertemukan dua orang yang begitu cocok dengan cepat. Seperti sebuah mukjizat. Sampai-sampai mungkin kita ragu dan berpikir: apa mungkin impian seseorang terkabul begitu saja dengan mudahnya?
Sebagian orang mencoba mengujinya. Deddy Corbuzier mencoba menguji dengan pasangannya dengan cara bercerai. Seperti dalam cerita Haruki Murakami, mungkin dia bilang ini ke istrinya, “Mari kita uji diri kita —sekali ini saja. Jika kita memang pasangan yang sempurna untuk satu sama lain, maka di suatu saat, di suatu hari, kita pasti bersatu lagi. Kita saling merindukan, kita saling membutuhkan. Bukankah kita nggak pernah tahu apa yang kita miliki hingga nanti kita kehilangan. Dan ketika kita bertemu dan menyatu kembali, dan kita tahu bahwa kita adalah pasangan yang sempurna satu sama lain, maka kita akan menikah lagi saat itu juga. Bagaimana?”
Dan mereka menyetujuinya. Mungkin mereka akan tetap berpisah, mungkin mereka akan bersatu kembali, atau mungkin bisa juga yang lainnya. Takdir memang punya jalan yang terkadang sulit diduga.

Cinta Punya Cerita

Belum selesai keheranan gue akan bagaimana manusia mati kemudian hidup kembali menjadi zombie, muncul cerita tentang zombie yang bisa jatuh cinta dengan manusia. Padahal kisah cinta beda kasta ini pasaran, mulai dari Siti Nurbaya dan Syamsul Bahri, Romeo dan Juliet,  bahkan Vampir dan manusia. Karena Cinta, bagaimanapun absurdnya, pasti punya cerita.

Selasa, 19 Maret 2013

Tentang facebook yang Tidak Aktif Itu

Dari bulan kemaren facebook gue memang nggak aktif. Banyak kawan yang nanya kenapa. Diantara mereka adalah istri gue, kemudian istri gue dan istri gue. Oke, oke, nggak ada yang nanyain facebook gue memang selain dia.
Yah, memang keberadaan gue di facebook nggak berpengaruh besar terhadap perdamaian dunia. Hahaha… the life just goes on without me in facebook. And I'm getting used to life without it.
Ada beberapa alasan kenapa gue menonaktifkan akun itu dan alasan ini juga bisa dipakai untuk menjelaskan kenapa nggak ada postingan sama sekali di bulan kemarin. Alasannya adalah gue sedang menulis sebuah naskah untuk di ajukan ke penerbit. Saat ini naskah tersebut sudah final draft. Jumlah halaman juga sudah tercukupi.
Gue selalu merasa ada hal yang kurang ketika naskah sudah mencapai final draft. Mungkin ini nggak hanya terjadi kepada gue tapi juga penulis-penulis lain. Jangankan naskah yang belum diterbitkan, bagi penulis, ada rasa “gatal” ketika membaca bukunya yang sudah diterbitkan dan melihat ada celah yang mungkin bisa ditambahkan untuk membuatnya lebih sempurna. Mungkin itu juga yang terjadi kepada Andrea Hirata terhadap naskah “terjemhan”-nya. Ia tergoda untuk mengubah isi dari naskah ‘terjemahan’ itu.
Ya begitulah yang terjadi pad gue saat ini. Gue ngerasa final draft itu masih belum sempurna, tapi terkadang nggak tahu apa lagi yang harus ditambahkan. Atau memang sudah fitrahnya manusia untuk tidak pernah sempurna?

Kau Tahu Kawan #5

Kau tahu kawan, "1000 % tidak benar" mungkin adalah cara lain untuk mengatakan "100 % benar". Karena kebohongan memang punya berbagai macam bentuk.