Halaman

Minggu, 17 Mei 2026

Membaca dan Menulis untuk Penguatan Karakter dan Spiritualitas

Ini adalah materi yang saya sampaikan kepada murid kelas 7 dan 8 MTs Annida Al Islamy Bekasi, pada 16 May 2026 dalam rangka Hari Buku Nasional.

Karena terlalu panjang, saya membagi tulisan ini menjadi beberapa bagian.

Baian Pertama

Suatu malam, ada sebuah pesan masuk dari Fahri, adik kelas saya di Annida. Ia membuka pesannya dengan sopan, “Maaf ganggu istirahatnya, Bang,” lalu mengundang saya untuk menjadi narasumber di acara Hari Buku Nasional tanggal 16 Mei 2026 di sekolah almamater saya itu.

Ketika saya tanya tentang materi apa yang ingin saya bawakan, Fahri kemudian menjelaskan keresahannya. Katanya, ia ingin anak-anak suka membaca dan suka menulis. Karena menurutnya, dunia hari ini dan mungkin dunia beberapa tahun ke depan semakin dibangun oleh tulisan. Konten dimulai dari naskah. Film dimulai dari ide yang ditulis. Jadi supaya anak-anak tahu manfaat membaca dan menulis, dan tahu juga ke depannya kemampuan itu bisa jadi apa.

Dan saya pikir, itu permintaan yang menarik.

Jika diringkas, ada dua hal besar yang ia minta di sana. Yang pertama: bagaimana membuat seseorang suka membaca dan menulis.

Kalau pertanyaan itu ditujukan ke saya, jujur saja, jawaban singkat saya: saya tidak tahu. Karena kesukaan manusia itu aneh dan berbeda-beda. Saya suka makan durian, mungkin orang lain langsung menyerah hanya dari baunya. Ada yang tidak bisa memulai hari tanpa kopi, ada juga yang minum kopi malam sedikit lalu matanya melek sampai subuh sambil menyesal.

Begitu juga dengan membaca dan menulis. Tidak semua orang langsung menyukainya. Lagipula, tidak semua hal yang kita sukai itu baik. Sebaliknya, banyak hal baik yang justru awalnya tidak kita sukai.

Olahraga melelahkan. Belajar kadang membosankan. Membaca bisa membuat ngantuk. Walaupun saya bisa memaparkan kebaikan, manfaat serta banyak hal positif lain dari membaca dan menulis, saya tetap tidak bisa menjanjikan bahwa setelah hari ini semua orang akan langsung jatuh cinta pada buku atau mendadak ingin menjadi penulis. Dunia tidak bekerja seajaib itu.

Tapi kalau pertanyaannya berubah menjadi: “Bagaimana cara membaca yang efektif?” atau “Bagaimana teknik menulis yang baik?”

Nah, itu bisa kita pelajari bersama. Bahkan beberapa di antaranya bisa langsung kita praktikkan hari ini juga.

Sementara untuk pertanyaan kedua—tentang manfaat membaca dan menulis, tentang profesi, peluang kerja, dan bagaimana kemampuan ini akan berguna di masa depan—itu akan kita bahas pelan-pelan sambil berjalan.

Sebelum masuk lebih jauh, saya ingin mulai dari hal yang paling dasar dulu, bahwa membaca adalah salah satu keterampilan dasar dalam berbahasa. Dalam bahasa, ada dua kemampuan yang sifatnya menerima yaitu mendengarkan dan membaca. Ada juga dua kemampuan yang sifatnya menghasilkan yaitu berbicara dan menulis.

Jadi, mari kita mulai dari yang pertama terlebih dahulu: Teknik membaca yang efektif.

Untuk membaca kelanjutannya, silahkan klik link ini.